Tampilkan postingan dengan label Kisah Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Renungan. Tampilkan semua postingan

12.06.2009

Kalimat yang tertahan!!!!!!!!!


Ahhhhhh...setelah menghisap sebatang rokok Favorit.....dan ku teguk teh hangat dan beberapa gorengan buatan ibu tercinta, Kulanjutkan langkah untuk menulis sebait-dua bait kata di blog......mungkin beberapa dari kalian ga pernah menyangka kalau aku ini seorang penulis, yang suka dengan sajak-sajak, kata-kata indah yang memiliki rima serta nada dalam setiap goresan huruf-huruf alphabetnya.
Di atas ada award pemberian bu Elly Suryani.....maksih bu...!!! udah setia menjadi temanku sedari awal blog ini nothing hingga menjadi something......... :) buat yang udah ngasih award ke aku tapi belum terpasang....jangan sungkan ya untuk sekedar mengingatkan sehingga pertemanan antara adit dan kalian semua lebih hangat dan terjaga.

Oke...kenapa judul posting kali ini kalimat yang tertahan? karena sudah sejak lama aku tidak pernah membuat sedikit saja tulisan-tulisan seperti petualanganku di negeri atas awan, Yang berawal dari sebuah pengalaman pribadi yang aku coba untuk menampilkan dalam sebuah cerpen, pengalaman spiritual yang membuat aku kelelahan, sebuah pencarian jati diri yang mungkin terhambat oleh egoisme manusia. sebuah peperangan batin yang terjadi karena satu set indera yang mungkin tidak ku inginkan berada di dalam sana....mungkin aku bukan pemilik indera keenam yang baik, tapi apa yang kurasakan cukup membuatku berfikir dan bertindak lebih bijak lagi di dunia ini, kemudian kucing dan anjing, Pengemis tua dan buah berry merah dan masih banyak lagi.......hari ini memang ku buat berbeda seperti sebelumnya karena aku inginkan menulis seperti dulu lagi.....

Beberapa waktu yang lalu.......waktu yang agak lama, aku nonton beberapa episode dari film yang sangat aku sukai.... Naruto. Awalnya seperti biasa diriku hanya mengagumi teknik-teknik khayalan yang di sajikan oleh sang pembuat cerita.......tapi pada saat adegan penangkapan three tail (siluman kura-kura berekor tiga) di situlah aku menemukan hikmah yang luar biasa......hikmah yang jarang di temukan dari sebuah film animasi.

Sosok Yuukimaru seorang anak kecil yang bisa mengendalikan siluman buas itu berkata.."where ever someone is thinking of you thats the place to return to..." Dan di jawab oleh seorang wanita pengendali kristal dengan jawaban yang tak kalah hebat "if you are thinking of me that's why i 'm able to come back...." oh sungguh sebuah pelajaran yang membuat hati saya berfikir.....

Bisa di ibaratkan sekalipun air mengalir dari puncak gunung menuju lautan....pada akhirnya air itu akan kembali ke puncak gunung dalam bentuk awan dan mengalir kembali lewat tetes demi tetes air hujan.

Itulah kuasa Tuhan. meskipun sekian jauh sang air mengalir, meskipun akar demi akar pepohonan kehilangan bulir-bulir segarnya, riak demi riak sungai kehilangan percikanya......tapi di sana....di puncak gunung yang tiada penghuni, hanya binatang-binatang malam dan lumut-lumut hijau yang menempel pada bebatuan tebing...namun di situ air selalu di nanti....air selalu di butuhkan sebagai elemen utama penujang kehidupan.

"Di mana ada orang yang memikirkanmu....di sanalah tempatmu pulang....." sejauh apapun kita pergi meninggalkan seseorang ataupun suatu keadaan...bila di situ ada seseorang yang memikirkan kita...merindukan senyum kita yang meski kecut namun sangat dalam....merindukan tawa kita yang meski terlampau memekakan telinga namun membahagiakan.....maka suatu hari nanti kita pasti akan kembali ke sana....

bila kita telah terhimpit dan terusir....carilah di mana ada seseorang yang memikirkan kita....maka di situlah kita seharusnya berada.......di situlah kita kan kembali.....dan di situlah satu-satunya tempat yang memberikan kita segelas minuman segar sekalipun hanya untuk melepaskan dahaga kita......( dan mungkin dahaga akan kasih sayang......)

Salam

7.17.2009

Teh Hangat Dan Gorengan Lezatku

Saya kini hadir dengan domain baru......Tulisan ini saya buat tepat jam dua malam sebelum saya mem post nya.Entah kenapa setiap malam saya selalu kesulitan untuk tidur,mungkin karena kebiasaan serta selera saya akan djarum black cappucino membuat saya terlalu terbebani oleh nikotin yang di kandungnya,namun saya tak bisa pergi untuk meninggalkan merk kesukaan saya itu.Dah terlanjur sayang.
Di samping itu,pengalaman masa SMA saya berikut beberapa tahun setelah lulus yang sering keluar malam untuk minum bersama kawan-kawan juga berpengaruh,karena minum itulah beberapa pukulan sempat mengenai kepala saya dan mungkin di sana terjadi gangguan yang menyebabkan susah tidur sampai sekarang.Sambil mendengarkan lagu berjudul "U're still the one" gak tau yang nyanyi siapa,saya mulai buka notepad (biar ringan) dan terus ngetik.Post artikel kali ini saya kasih judul
.
"Bunda"

Karena,tadi ibu tercinta memberikan segelas teh hangat dan gorengan kepada saya yang masih terjaga sampai jam segini.......hal itu membuat saya terinspirasi untuk mempostingkan sebuah artikel tentang dia......

BUNDA>>>>IBU>>>>>EMAK>>>>>MAMA>>>>>INDUK





Kata...mereka diriku...slalu di manja.....kata...mereka...diriku slalu di timang....Ohhh bunda ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku.........
(foto ini saya dapat dari pencarian gambar di google.......tampak seorang ibu menimang anaknya dengan penuh kasih sayang)



Ibuku sayang...masih terus berjalan...walau telapak kaki penuh darah penuh nanah....seperti udara...kasih yang engkau berikan...tak sanggup ku membalas.....ibu....ibu...........
(seekor sapi pun berusaha untuk membersihkan dan merawat anaknya......mereka punya naluri seorang ibu yang kuat.)



Kasih ibu kepada beta....tak terhingga
sepanjang masa....hanya memberi....tak harap
kembali.....bagai sang surya menyinari dunia......
(Kucing yang manis dan lucu..menyusui anak-anaknya.......dia tak mengeluh meski tiga ekor anaknya berebut puting susu......dia tetap sabar dan diam sampai anak-anaknya kenyang)






Saat kecil....ku pernah bertanya,tentang arti cinta pada bunda....bunda pun menjawab....cinta adalah kasih sayang induk dan anaknya.........
(Posting saya terdahulu mengatakan "sebuas-buasnya harimau tak kan rela memakan anaknya")



Petikan dan cuplikan lagu di atas adalah secuil contoh dari besarnya jasa ibu kepada kita..........
(Gajah ini berusaha melindungi bayinya yang masih belajar berdiri,tentunya dengan sabar serta penuh kasih sayang)




Ibu Adalah sosok terpenting yang telah berjasa, mulai dari kita masih berbentuk segumpal daging...hingga kita bisa berkumpul dan membaca blog ini meski di ruang dan waktu yang berbeda.......saya di sini...dan anda di warnet,di kantor,di kampus....di lautan hotspot...dll......semua yang kita alami saat ini adalah berkat jasa ibu yang telah melahirkan kita.
(babi-babi kecil ini mengeroyok sang ibu...mereka begitu bersemangat meskipun sang induk harus menahan sakit dan lelah)




Pernahkah ia mengeluh ketika memelihara kita? saat kita mengompol,menangis......merengek minta permen dan balon......pernahkah ia berkata..."aku menyesal melahirkanmu...karena setelah hidup kau hanya bisa minta balon dan menghabiskan uangku"...?Tidak pernah....dia selalu berusaha mendidik melindungi dan membahagiakan kita.
(Dia berpuasa dua puluh satu hari untuk mengerami telur-telurnya,dia akan agresif dan buas bila anak-anaknya dalam bahaya)




Memberikan kasih sayangnya,membesarkan dan menjadikan kita orang yang berguna....pintar....tampan dan cantik.........serta mendoakan semua kebaikan untuk kita..........itulah ibu....bukan bapak....tapi ibu...ibu....ibu...barulah bapak.........
(induk anjing ini berangkat ke tong sampah untuk mencari makan agar ia bisa menyusui anak-anaknya)

Itulah jasa seorang ibu kawan...maka sayangilah ia seperti ia menyayangi kita sewaktu kecil......


Sebagai anak yang berbakti....jangan sampai kita melupakan sosok seorang ibu...janganlah kita lupa membasuh kakinya,janganlah kita lupa mencium kedua pipi dan tanganya......janganlah kita lupa bertutur kata yang santun dan hormat padanya....janganlah kita membalas kasih sayangnya dengan kedurhakaan dan janganlah kita lupa mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya..karena.....berkat dialah..kita semua ulang tahun setiap 360 hari sekali.........


I Love Mom







7.09.2009

BODOHNYA AKU YANG LAGI SULIT

Tetesan Air Dan Putri Raja




Gak tau knapa hari ini aku sedang bingung dan males nulis artikel.....mungkin karena sumpek mikir pekerjaan dan semangat yang lagi kendur.....walah-walah kok kaya gini to gusti........

Dulu aku pernah mendengar dongen sebelum tidur yang di bacakan ibuku(long time ago),cerita tentang seorang putri jepang yang sangat manja dan nakal....suatu hari sang putri melihat air hujan yang melekat di ujung gerigi daun mawar......katanya di cerita itu,bentuk airnya sangat indah dan berkilauan hingga sang putripun menangis merengek untuk di buatkan kalung dari butiran air hujan itu.......yang bener aja.....siapa coba yang bisa mintal air jadi kalung?

Ayahandanya yang juga seorang rajapun akhirnya mengadakan sayembara.....ribuan orang mencoba untuk membuat kan kalung sang putri.........namun belum ada yang berhasil....hingga suatu saat putri manja itu pergi dari istana karena marah keinginanya gak di penuhi sang ayah.

Pada akhirnya putripun bertemu dengan seorang nenek saat ia menangis tersedu di pinggir jalan,sang nenek bertanya kenapa ia menangis?putripun mengutarakan apa yang ada di pikiranya,mengenai keinginanya yang tak di penuhi oleh sang ayah....

nenek itupun mengajak putri untuk mencari pohon mawar yang ada tetesan airnya,kemudian meminta sang putri untuk mengambilkan tetes demi tetes air agar sang nenek bisa merajutkan kalung untuknya.Putripun berkata.."dasar nenek-nenek bodoh.....bagaimana aku bisa mengambil tetesan air itu jika tiap ku pegang selalu saja berubah bentuk dan rusak....air kan tidak stabil seperti batu......"katanya dengan marah mentang-mentang ia adalah putri raja.....

Sang nenekpun membalah dengan kata-kata yang lebih tegas pada sang putri..."Kau lebih bodoh dariku...kalau kau sendiri tau bahwa air tidak seperti batu yang bisa di rajut...kenapa kau menggegerkan seluruh istana hanya untuk memenuhi keinginanmu?dasar anak tidak tau diri....hatimu sekeras batu........dan jiwamu sedingin tetesan air hujan itu...pergilah dan kembali pada kaisar........mintalah maaf padanya..."

Mendengar kata-kata sang nenekpun pitri akhirnya sadar dan meminta maaf pada ayahnya........ia pun tumbuh dewasa dan lebih arif serta bijak setelah kejadian tersebut.......

Sequel Dongeng di atas sengaja saya ambil untuk mengisi posting kali ini,namun rangkaian ceritanya saya ubah sedemikian rupa,tujuan saya adalah menghidupkan kembali kenangan masa kecil saya yang nyaris terlupakan.
Pesan yang dapat kita ambil dari cerita di atas adalah sebuah pelajaran berharga bagi siapapun untuk tidak bertindak di luar batas,janganlah kita menginginkan sesuatu yang tidak mungkin untuk di wujudkan.......karena tidak selamanya kita memperoleh apa yang menjadi keinginan kita.......ingat Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan....jangan memanfaatkan posisi yang kita miliki untuk berbuat sekehendak hati kita karena itu akan menyusahkan banyak orang dan menyusahkan diri kita sendiri pada akhirnya...terimakasih.



7.07.2009

Petualanganku di negeri atas awan

Suatu hari seorang musafir temanku seperjalanan pernah berkata,"seandainya kita bisa terbang,mungkin kita tak akan tersiksa oleh panasnya gurun sahara ini",akupun sejenak berfikir,alangkah banyaknya kemudahan yang akan kuperoleh bila aku mengarungi dunia ini dengan terbang ke angkasa,tidak sebagai burung karena aku pasti akan berakhir di kuali panas seorang pemburu,tapi sebagai manusia biasa yang memiliki kemampuan untuk terbang,atau setidaknya mempunyai alat untuk bisa terbang.......bukan pula pesawat yang ku maksud,tapi alat lain yang lebih praktis dan bisa ku bawa kemanapun aku ingin.

Sepulang dari gurun itu aku bertingkah seperti orang gila yang berfikir di luar kewajaran.Aku menghalalkan segala cara untuk mewujudkan keinginanku menjadi manusia super yang bisa melayang dengan bebasnya di angkasa luas.Dari pencarianku itu aku bertemu dengan Lucifer,dia menawariku akan memberikan sepasang sayap tak terlihat agar aku bisa terbang di angkasa.

Awalnya akupun menolak,namun setelah berfikir panjang,akhirnya aku memutuskan untuk mencobanya.Tanda tangan perjanjian kontrak dengan luciferpun kujalani.Wal hasil......akhirnya apa yang ku inginkan bisa terwujud,bahkan melebihi yang kuharapkan.....aku terbang lagi dan lagi.....semakin tinggi......semakin tinggi.....dan semakin tinggi................

Tiba akhirnya aku di sebuah negeri.......di mana hanya ada awan awan bergelantungan,di mana...hanya ada warna putih selayak kapas dan biru seperti telaga luas......di sana aku melayang-layang menjelajahi sebuah pemandangan fatamorgana yang tak kukenal....aku tak tahu...ternyata ada negeri yang begitu indah jauh di atas sana.......


Sebuah negeri yang begitu memukau hatiku......senyum dan tawa menyeringaiku,membuatku terlalu bangga dan lupa akan daratan yang menjadi tempat asalku di lahirkan........akupun terus berjalan di atas awan-awan itu......tak terasa ratusan tahun kulewati tanpa lapar dan dahaga,ratusan tahun kulewati tanpa ada keinginan untuk kembali.....ratusan tahun kulewati tanpa tahu arah dan tujuanku yang sejati.

Suatu hari aku bertemu dengan sekawan burung camar yang sedang bermigrasi......entah kapan aku menyadarinya,tapi ternyata aku mengerti bahasa mereka.aku bertanya hendak kemanakah mereka pergi......dan merekapun menjawab,"kami akan pergi ke selatan untuk menghindari musim dingin!" tapi untuk apa mereka menghindari musim dingin?bukankah mereka bisa terbang dan mendapat sinar mentari di pagi dan siang hari?lalu jika malam tiba mereka bisa bertengger di awan-awan yang ada di bawah kami untuk menghindari salju yang turun?karena kan salju berasal dari awan-awan itu?setelah aku bertanya untuk yang kedua kalinya


Aku pun mendapatkan jawaban yang begitu mencengangkan,begini jawab mereka..."Kawan,ketahuilah....awan yang kau kira selembut kapas dan selama ini kau injak-injak di bawah telapak kakimu itu sesungguhnya hanyalah ilusi,mereka tampak terlihat oleh mata,namun sesungguhnya mereka hanyalah embun air yang melayang di udara,jika kami bertengger di atas awan itu tamatlah riwayat kami,karena kami akan terhempaskan ke bumi yang sangat dalam."lalu aku menjawab...."Lantas kenapa aku tidak terjatuh?padahal ukuran tubuhku lebih besar dari kalian?"

Merekapun menjawab dengan cerdasnya,"Kawan,selama ini kau telah di butakan oleh ambisimu......terang saja kau tidak terjatuh,karena tubuhmu telah di lapisi oleh sihir menyesatkan sang Lucifer,kabar tentang manusia ambisius semacam dirimu telah tersebar luas di dunia para burung,tubuhmu sangat ringan oleh sihir itu sehingga kau tak akan jatuh meski tanpa awan sekalipun,Sedangkan kami...tempat kami adalah di bumi.....makanan kami ada di genangan air laut....kami tak akan hidup tanpa ikan-ikan segar yang melimpah di laut tiap harinya........dengarlah....kami tak akan menukar kehidupan kami dengan apapun...karena itu adalah berkah sekalipun kami hanyalah burung camar".

"Tapi....Bukankah menyenangkan bisa terbang?pemandangan indah....udara sejuk........tak ada macet.......tak ada cerita terjebak di atas gurun.......tak ada.......tak ada........(oh tuhan.......ternyata tak ada keluarga dan kehidupan yang berarti.....)........oh tuhan.......ternyata memang tak ada apa-apa sama sekali........."begitu celotehku sendiri,menyadari bahwa ternyata aku mengalami kerugian yang sangat besar.......

"Bagus jika engkau sadar kawan.....tapi ngomong-ngomong kami harus segera pergi.....karena kami butuh mendulang rejeki di laut sana......rejeki berupa ikan-ikan kecil yang kami tangkap satu demi satu.....dan karena itulah kami menjadi berharga.....setidaknya untuk diri kami dan keluarga......oya tak lupa bagi telur-telur yang masih berada di indung istriku ini........sampai jumpa kawan...semoga kau beruntung....."ucap burung camar itu pamit undur diri.........

Dengan sejuta kegundahan aku lanjutkan perjalanan tanpa tujuanku,lebih tinggi dan lebih tinggi lagi......kemudian kumelihat aurora berwarna-warni di angkasa,


Namun keindahan itu serasa hampa bagiku,entah mengapa perkataan sang burung camar begitu membekas di fikiranku........kulanjutkan perjalananku ke ujung dunia ini,dan di sana aku menemukan jembatan ajaib yang sering di sebut pelangi,letaknya persis di batas antara laut dan langit....begitu indah mempesona,seperti rajutan-rajutan jerami yang di anyam sedemikian rupa hingga membentuk lengkungan dari bawah menuju keatas kemudian turun kebawah lagi lalu di dalam rajutan jerami itu,di bumbui cat warna yang bermacam-macam.

Aku bergegas untuk datang kesana.......berharap bisa istirahat sejenak di atas pelangi,sesuatu yang pasti di impikan oleh banyak orang.

Namun setibaku di sana,mentaripun muncul,pelangi itu hilang dalam sekejap mata......tanpa bekas dan jejak sedikitpun,apa ini yang di maksud burung camar?Ibarat sebuah ambisi dan keinginan untuk tidur di atas pelangi.....namun ternyata pelangi yang sedianya indah itu hanyalah fatamorgana yang tak berarti untuk di kejar.....oh tuhan ampuni salahku.......
Perjalananku,ambisiku,keinginanku untuk terbang dan menjadi yang luar biasa ternyata hanyalah fatamorgana,sebuah pelupaan diriku akan arti sesungguhnya dari penciptaanku.....

Akupun lalu menemui Lucifer di perbatasan cahaya matahari dan kegelapan,antara panas dan dingin.......antara terang dan gulita.....kukatakan padanya aku tak ingin terbang lagi....ia pun berkata...apakah aku tak akan menyesali keputusanku.......dan kujawab bahwa aku tak akan menyesal.....segera ku cabut pedang di sabuk Lucifer......aku tusukan kejantungnya hingga ia hancur menjadi abu....itu adalah balasan yang paling tepat karena ia telah membuatku lupa...memkbuatku tersesat selama ini.

Setelah hancurnya tubuh Lucifer...badan ku serasa memiliki berat kembali.......semakin berat....berat....dan akupun terjatuh kebumi........luka dan pedih yang kurasakan akibat terjatuh tak membuatku berkeluh kesah.....karena pada akhirnya aku kembali ke tujuanku sebagai manusia.

Ya...aku adalah manusia,dan aku tak butuh terbang untuk menjadi yang terbaik.....aku hanya butuh kerja keras......berusaha mewujudkan mimpi meskipun itu sulit......wujudkan dengan keringatku sendiri,tanpa bantuan dari setan.....tanpa mengeluh,dan tanpa menyalahi kodrat penciptaanku.

Aku adalah manusia,tempatku adalah di bumi....di atas tanah,tempat dimana seharusnya aku menancapkan batang ketela untuk di ambil akarnya,tempat di mana aku menyebar benih agar dapat ku ambil bijinya dan tempat di mana aku di tanam,bila aku telah mencapai ajal(semoga di usia senja) nanti.





(terlintas begitu saja di fikiran blogger hingga menggelitik keinginan untuk mempostingkan di ruangkremasi,semoga bermanfaat)
NB : Impian dan cita-cita apabila terlalu di ambisikan akan membawa kita pada penyesalan yang mungkin akan terlambat kita sadari,maka berhati-hatilah dengan impianmu....waspadalah dengan ambisimu.








7.06.2009

Pengemis Tua Dan Buah Berry Merah

Ada sebuah kisah,di mana angin sedang bertiup ringan dan pucuk-pucuk daun sedang mengembang,di mana sekumpulan itik berenang menyebrangi sungai dan angsa-angsa putih mengais dasar sungai berharap cacing gemuk sebagai makan siangnya,di mana kerbau dan para penggembala menari-nari sambil bermain seruling di padang ilalang yang luas,di mana ikan-ikan segar meloncat-loncat melawan arus sungai untuk bertelur di muara,Burung dara membangun sarang,selagi para petani menanam benihnya,di mana sebuah kehidupan mulai tumbuh,mulai mengembangkan bulu-bulu lembut dan auman kecilnya.

Berjalanlah seorang tua dengan tongkat dari akar pohon pillow.Orang itu nampak renta,keriput,bungkuk,pucat dan ompong.Ia membawa sekantung biji buah berry merah pemberian seekor tupai,buah yang lezat dan manis,cukup untuk persediaan hidupnya hari itu.Ia terus berjalan dengan terbungkuk,menuju sebuah batu besar di pinggir kolam.Di kanan dan di kirinya terlihat rindang dedaunan pohon oaks yang baru saja sembuh dari meranggas.

Daun yang merah kekuningan,membuatnya merasa damai dan tenang dengan sedikit sejuk pandang di matanya.Oh Tuhan,dari mana kau mendapatkan tinta kualitas terbaik untuk mengecat daun-daun itu,pikirnya dalam hati.Iapun memutuskan untuk beristirahat sejenak di batu tempat ia bersandar.

Sementara,sebuah limousin melintas ke arah taman oaks,limousin itu melaju pelan,menghampiri sebuah kursi panjang di pinggir danau,danau yang merupakan muara sungai tempat para ikan menetaskan buah hatinya.Dari mobil itu keluar seorang pria kekar dengan tuxedo hitam ala italia,setelah beberapa saat membenahi kupu-kupu kain di lehernya,ia membukakan pintu belakang mobil sambil merunduk hormat,dan.........

Dari pintu itu keluar sepasang suami istri dengan baju kebesaran istananya,entah dari istana manakah mereka berasal,Seorang pria dengan baju putih yang rapi menggandeng istrinya yang mengenakan baju pesta,mirip sekali dengan baju pengantin,hanya saja gaun yang ia kenakan lebih ramping dan minimalis.Tapi nampaknya mereka bukanlah pengantin,mereka hanyalah sepasang bangsawan yang ingin menyegarkan hati dan pikiranya sejenak,menjauh dari hiruk pikuk kehidupan mewah yang penuh dengan persaingan,kesombongan dan kebohongan.

Segera sepasang anak adam dan putri hawa itu duduk di kursi panjang ber cat putih,menghadap ke arah kolam danau dan saling berpelukan.Mereka berdua tersenyum,tertawa bercanda menyaksikan angsa-angsa yang menukik ke arah dasar danau,yah....katakanlah itu danau,meskipun sebenarnya hanyalah genangan air yang merupakan muara sungai,tempat di mana aliran air mencapai tujuanya untuk sekedar singgah sementara waktu,menunggu gilirian berikutnya untuk mengalir dan menjadi arus lagi.

Tampak pria kekar yang memakai kupu-kupu kain sebagai hiasan lehernya tadi menyiapkan beberapa porsi kudapan untuk majikanya,hmmmmm...........sekalipun dari kejauhan,orang tua bungkuk tadipun mencium aroma marsmelow dan mentega segar,ia juga merasakan aroma roti panggang yang begitu harum dan mempesona,sudah sejak lama sekali ia tak merasakan nikmatnya roti panggang meskipun itu hanyalah sisa.Di dalam benak orang tua itu tertanam beribu-ribu hasrat untuk mencicipi hidangan yang lezat.Ah......ia coba membangkitkan diri dari istirahatnya,dan berjalan ke arah sepasang suami-istri itu,berharap ada sedikit keberuntungan baginya........sekalipun tersirat banyak keraguan,takut di usir,di cemooh,dan di hina,namun ia beranikan diri..... ia beranikan diri untuk tetap berjalan ke arah mereka,langkah demi langkah,tatihan demi tatihan,ayunan demi ayunan ia lalui dengan tubuhnya yang rentan.

Berharap,di sana masih ada orang yang baik hati,yang rela memberikanya roti panggang isi mentega segar meskipun hanya sepotong.Setiba di dekat limousin,ia melihat orang dengan tuksedo hitam berjalan ke arahnya,dengan nada marah ia membentak-bentak dengan kasar “PERGI KAU ORANG TUA KOTOR.......JANGAN GANGGU KETENANGAN MAJIKANKU...JANGAN KAU RUSAK PEMANDANGAN TAMAN DENGAN PENAMPILANMU YANG MENJIJIKAN”,katanya.......dan orang tua itupun menjawab “oh tuan......hamba tidak bermaksud jahat,hamba hanya berharap sepotong roti tanda ke agungan dan kebaikan hati tuan dan nyonya,sebagai gantinya.......hamba akan menukar roti isi itu dengan buah berry merah milik hamba ini tuan.....”dengan tertatih-tatih orang tuas itu mengucap sedih.”KAMI PUNYA BANYAK BUAH....JADI TERIMAKASIH ATAS KEBAIKANMU KAMI TIDAK MEMBUTUHKANYA......SEKARANG PERGILAH DAN BAWA KANTUNG BUAH KOTORMU ITU DARI SINI.......”bentak tuksedo hitam berkupu-kupu itu lagi......sangat........sangat menyakitkan........orang tua itu hanya tertunduk sedih dan pasrah berkata “baiklah tuan,hamba akan pergi....maafkanlah kelancangan hamba ini.....”dengan sedih urung lah niatnya untuk menikmati sedikit kebahagiaan dari orang baik hati,tapi orang tua itu tidak mau menangisi nasibnya,ia tidak ingin di sisa hidupnya yang tinggal sedikit ini di habiskan untuk berkeluh kesah,ia berfikir....... masih banyak rejeki di luar sana,meskipun ia hidup dengan mengharap belas kasihan dari orang lain,ia yakin pasti ada makan untuknya selama tuhan memberinya nafas.....................

Teriakan pria bertuksedo tadi terdengar oleh majikan wanitanya.....iapun menoleh kebelakang dan menanyakan apa yang sedang terjadi pada pelayan kepercayaanya itu.Sang pelayanpun menyampaikan jikalau ada seorang tua yang ingin menukar sepotong roti dengan sekantung buah berry namun sang pelayang telah mengusirnya,

”Apa yag kau lakukan?itu hanyalah roti.......kenapa kau mengusirnya?panggil ia kemari...kita punya cukup banyak roti untuk di makan olehmu dan seluruh warga di desa asalmu............jadi roti untuk kita tak akan habis hanya untuk satu orang tua saja.......!!!”kata sang majikan wanita jengkel,pada pelayanya yang mengusir si orang tua.Mendengar istrinya sedikit emosi sang suami kemudian memerintahkan kepada pelayanya untuk segera memenuhi perintah istrinya,dan....di panggilah orang tua itu kembali.

Setelah beberapa saat berjalan,akhirnya orang tua itupun sampai tepat di depan suami istri yang duduk di kursi panjang,namun si orang tua agak sedikit manjauh,takut di bentak-bentak lagi...........

Dengan senyum manis,sang wanita bertanya sesuatu pada orang tua itu,”tuan.......di mana rumahmu?”

Kemudian di jawab,”hamba hanyalah bagian dari langit dan bumi,rumah hamba adalah percikan segar air di sungai,kepakan sayap-sayap burung,itik,dan angsa,decitan ranting dan dahan pohon oaks,ranjang hamba hanyalah batu-batu besar penghias pinggiran sungai,dan hamba adalah orang terkaya di dunia.........karena apapun yang hamba inginkan selalu ada di samping hamba!!”jawab orang tua itu merendah.....”maksudmu...termasuk roti yang kau inginkan ini?”jawab sang wanita itu lagi........

”bukan nyonya....bukan itu...tapi ...di saat hamba butuh udara.....udara selalu ada di samping hamba,di saat hamba butuh kesejukan dan keteduhan....pohon oaks selalu ada di samping hamba.......di saat hamba butuh minum sungai yang jernih selalu ada di samping hamba,di saat hamba butuh teman,selalu ada tupai,belalang,jangkrik, kupu-kupu serta burung dara yang cantik dan lucu-lucu di samping hamba......dan di saat hamba berharap sepotong roti untuk mengganjal laparnya perut ini,selalu ada buah berry merah yang segar dan manis untuk di tukarkan...........!”jawab sang penyair tua itu panjang lebar......

”baiklah tuan...kau boleh mengambil sebanyak apapun roti milik kami.......dan seandainya kau punya rumah yang lebih jelas alamatnya,mungkin kami bisa mengirimimu roti setiap hari agar kau tak perlu mengemis lagi........”jawab wanita bijak itu tegas.......”nyoya yang baik...terimakasih...tapi hamba tidak mengemis,hamba hanya ingin menukar buah yang hamba miliki dengan beberapa cuil roti untuk menyembuhkan lapar hamba,siapa tau dengan kesegaran buah dari hamba ini,dahaga nyonya bisa tersembuhkan,dan hamba doakan semoga nyonya dan tuan di berikan keturunan yang tampan dan cantik,berbudi baik dan bisa di banggakan oleh orang tuanya........”

DDDDUUUUUAAAAAAAARRRRRR...................seketika terjadi ledakan supernova di dalam hati sepasang suami istri itu,mata sang suami tiba-tiba membelalak,kemudian tertuntuk lemas,sedangkan sang istri hanya bisa meneteskan air mata dan diam tanpa bisa mengucapkan suatu apapun.......dengan tanggap,sang pelayan segera memberikan sepotong roti yang sangat besar kepada orang tua itu,tanpa lupa untuk membalas budi baik mereka,orang tua itupun memberikan sekantung buah berry merah sembari mengucapkan banyak terima kasih.....iapun lalu pergi menunggalkan suami istri itu dan tak ingin mengganggunya lagi......namun,belum jauh ia melangkah,terdengar sang wanita memanggilnya...”pak tua......siapa nama anda?”.........dan sembari menoleh,orang tua itu tersenyum,”apalah arti nama bagi hamba yang hina ini,buah berry merah itu cukup untuk mewakili nama hamba ini nyonya!!!”jawab orang tua itu sedikit misterius.

“Oh.....”hanya itu yang bisa di ucapkan sang wanita kaya setelah mendengar penuturan dari orang tua itu,perlahan tapi pasti si orang tua berjalan menjauh dari kursi tempat suami istri itu duduk,jauh....semakin jauh,kemudian ia menghilang di balik semak-semak.

Setelah sedikit tenang,dan berhenti dari tangisnya,sang wanita kaya merogoh kantung kecil berisi buah berry merah pemberian orang tua tadi dan segera melahapnya,ia memakan buah-buah itu dengan rakus,sampai bibirnya belepotan,sang suami yang sedari tadi memilih untuk diam lalu menegur istrinya dan bertanya kenapa ia melakukan itu,sang istri menjawab,”Sayang,siapa tau buah berry merah ini bisa menjadi obat untuk rahimku........kita sudah kehabisan cara bukan?”....jawab istrinya......sang suamipun hanya bisa menangis,meneteskan beberapa titik air mata melihat sikap istrinya.

Mereka berdua datang ke tempat itu sedianya untuk berekreasi,melepas lelah setelah berobat ke banyak kota di dunia,beberapa minggu yang lalu sang istri keguguran,dan itu adalah kali kalima sang istri mengalami keguguran,menurut dokter,rahim sang istri sangatlah lemah dan tidak kuat untuk menahan janin,hingga ia telah di vonis tidak bisa punya anak,kesedihan selalu tersirat di wajah sang istri sejak saat itu.Namun,hari ini,untuk pertama kalinya ia terlihat punya semangat untuk hidup.

Dua belas minggu kemudian,di sebuah rumah mewah,milik seorang milliader ternama,sedang di adakan pesta besar,pesta itu dia adakan sebagai ungkapan kebahagiaan karena sang istri kembali mengandung.......yah...kali ini dokter mengatakan,bahwa telah terjadi sebuah keajaiban,karena rahim sang istri milliader tiba-tiba normal dan sangat kuat,hingga ia mampu mengandung sepasang bayi kembar.Sang milliader dan istrinya adalah sepasang suami istri yang pernah menukar sepotong roti dengan sekantung buah berry merah milik seorang pengemis tua di sebuah taman tadi.

Sang istri milliader berfikir,mungkin keajaiban ini berasal dari buah berry merah pemberian orang tua itu,ia dan suaminya pun mengerahkan banyak anak buahnya untuk mencari pengemis tua yang di maksud,hanya untuk sekedar berterimakasih dan membalas budi baiknya.Berbagai cara mereka lakukan untuk menemukan sang pengemis,namun hasilnya nihil,pencarian terus di lakukan sampai pada waktunya sang istri milliader melahirkan bayi kembarnya,

di saat usaha yang mereka lakukan untuk mengetahui keberadaan sang pengemis tua mulai mencapai titik jenuh,tiba-tiba datang sepucuk surat dari orang tak di kenal yang di alamatkan langsung kepada sang milliader dan istrinya,

isi surat itu adalah :

“tuan dan nyonya yang baik hati,terimakasih karena hari itu mau menyisihkan sedikit roti untuk hamba yang sedang kelaparan,hamba harap buah berry merah pemberian hamba rasanya manis dan tidak merusak selera tuan dan nyonya yang baik hati,kebahagiaan yang tuan dan nyonya dapatkan hari ini,bukan karena hamba ataupun buah yang hamba berikan,tapi,kebahagiaan itu datang karena kebaikan tuan dan nyonya yang tak pernah membiarkan seorang tua yang lemah kelaparan,sementara tuan dan nyonya memiliki sepotong roti isi mentega yang lezat.Doa dari orang tua itu rupanya di kabulkan oleh tuhan,tapi bukan orang tua itu yang berjasa,tapi Tuhan lah yang memberikan kemudahan pada tuan dan nyonya setelah kebaikan kecil yang baru saja tuan dan nyonya lakukan”


Membaca surat itu,lega lah hati sang milliader berikut istrinya setidaknya mereka mendapatkan kabar dari Pengemis tua yang mereka cari-cari,mereka lalu menamai bayi kembar putra-putri mereka yang cantik dan tampan dengan nama “beautifull red berry” dan “handsome red berry”,mereka juga mengamalkan sebagian harta mereka untuk membuatkan rumah singgah bagi para pengemis yang telah renta dan lanjut usia..............

rumah singgah itu di beri nama “The House Of Red Berry’s Old Man”untuk menghormati sang pengemis tua yang telah menolong mereka dan berharap suatu hari orang tua itu ikut datang ke rumah singgah ini.

Lalu di manakah pengemis tua itu berada kini?tak ada seorang pun yang mengetahuinya....kecuali tupai-tupai yang melompat dengan bahagia di dahan dan ranting pohon oaks dan pohon berry merah.







7.05.2009

SEMUT

SEMUT HITAM YANG SHOLEH





Perawakanku yang kecil membuatku rentan,takut terinjak sepatu para pejalan kaki yang melintas di atas sarangku,takut tergilas oleh roda-roda mesin yang di pakai mereka untuk mencapai tujuanya,takut terombang ambing oleh angin meskipun itu angin sepoi yang tak begitu kencang....dan,bila hujan tiba,saragku terbasah oleh tetes demi tetes yang turun dari atap langit,itu adalah banjir besar untuku,...........demikianlah hidupku kawan,penuh dengan tantangan yang tak akan pernah usai....penuh dengan perjuangan yang tak pernah berakhir.....
Di sana,di meja makan di dapur dan di tempat sampah,adalah tempatku untuk mencari nafkah,menghidupi anak dan istriku,yang meskipun makanya tidak seberapa,tapi tiap hari kami butuh hidup,aku harus berjuang,untuk mengais kotoran,mengangkut sisa-sisa makanan dan remah-remah roti di pinggir jalan,atau terkadang ku dapat di bawah sofa dan di kolong meja tempat mereka menghabiskan waktu bersama keluarganya.

Berbeda denganku,
aku dan anak-istriku menghabiskan hari-hari yang panjang di sebuah lubang kecil yang tak seberapa ukuranya,namun di sana kami hidup dengan damai tanpa ada himpitan-himpitan yang sering kalian hadapi,satu-satunya musuh kami adalah seleksi alam,menyebalkan bukan?
Di duniaku,yang kuatlah yang akan bertahan,sungguh suatu hukum rimba yang telah kami anut ratusan bahkan ribuan tahun.Hari ini aku harus bekerja,tadi malam aku hutang sebiji kurma pada belalang,karena beberapa anak bungsuku lahir,mereka kecil dan lucu-lucu,aku tak akan menukarkan mereka dengan apapun,termasuk sepeti berlian sekalipun.Keluarga adalah yang utama,itulah prinsip hidupku,Setelah mandi dan merapikan pakaian aku berangkat ke tong sampah bersama beberapa rekan seprofesiku,tuan kepik merah dan lalat,sesampainya di sana beberapa lebah dan ngengat menyapaku dengan ramah,entah berasal dari mana mereka ini,tapi bila mereka ada,itu berarti akan ada panen besar bagi kami,pasti tong sampah penuh dengan sesuatu yang manis,dan itu rejeki untuku dan keluargaku.

Aku,adalah tuan semut,satu istri,500 anak,200 di antaranya lahir tadi malam,kami hanyalah keluarga kecil yang baru saja terbentuk,aku bertemu dengan istriku di sebuah piring kotor,waktu itu kami di pertemukan saat mengais sisa roti di piring itu,setelah berkenalan,beberapa kali kencan,akhirnya kami memutuskan untuk berkomitmen sebagai sebuah keluarga.Aku adalah anggota persatuan serangga yang cinta damai,pemimpin dari persatuan itu adalah seekor kumbang hitam yang 50 kali lebih besar dariku,ia sangatlah bijak,adil dan tak pandang bulu melakukan hal besar demi kesejahteraan anggotanya,bisa di bilang beliau adalah presidenya para serangga.

Ia memimpin seluruh serangga yang ada di beberapa blog rumah manusia,berikut semua yang ada di kebun dan taman bunga mereka(para manusia itu),Persatuan kami terdiri dari serangga yang hidup sendiri maupun serangga yang hidup berkoloni,mereka antara lain adalah keluarga ngengat,lalat buah,lalat sampah,belalang,kecoak,kalajengking,kupu-kupu termasuk para ulat serta kepompongnya,kepik,kumbang tanah,kumbang daun,kutu mawar,kutu kasur,kutu rambut,kutu anjing dan kucing,kutu ayam,kelabang,kaki seribu,para nyamuk,capung dan serangga mandiri lainya.sedangkan aku di kategorikan dalam serangga koloni,tidak banyak jenis kami,namun kami adalah anggota terbanyak,aku si semut gula adalah salah satunya,koloni lain adalah semut merah,semut pohon,semut angkrang,semut pudak,semut kelapa,rayap merah,rayap biasa,tawon madu,tawon lanceng dan tawon hutan,mereka baru saja pindah karena tanah kelahiran mereka telah hangus terbakar.

Cukup perkenalanya,kini aku ingin konsentrasi untuk bekerja,mengumpulkan beberapa bulir serat gula,dan sisa makanan yang membusuk....karena itu kesukaan anak-anaku,aku sungguh merasa tidak enak pada tuan belalang,ia memberiku sebiji kurma yang lezat begitu saja,aku tidak tau harus membalasnya dengan apa.......aku sangat terpaksa meminjam kurma itu,karena anak-anaku yang baru menetas dari kepompongnya butuh makan,jika tidak mereka akan mati,duh....ya tuhan....apa yang harus hamba lakukan untuk mengembalikan kurma yang hamba pinjam dari tuan belalang?dari mana hamba dapat cukup bulir gula untuk di tukar dengan kurma?tolong hamba ya tuhan.

Benar perkiraanku,di tong sampah ini ternyata ada bekas minuman yang rasanya sangat manis,aku akan kumpulkan bulir demi bulir dan ku bawa kerumah,sebagian untuk keluargaku,sebagian lagi kutabung untuk membayar hutangku pada tuan belalang.Aku bahagia menjadi seekor semut,aku bisa mengangkat beban yang beratnya 50 kali berat tubuhku,

aku tak akan mati meskipun terjatuh dari atap yang tinggi,karena tubuhku akan melayang dengan ringan di udara.

Aku bahagia menjadi semut,di saat pagi dan siang hari aku bekerja di tong sampah,mengumpulkan bulir gula dan remah makanan,saat sore aku pulang ke sarangku,lubang kecil yang gelap dan hangat,saat liburan aku bersama anak-anaku bekerja untuk mempercantik dan memperluas sarang,saat luang aku menghabiskan waktu untuk bermain kutu mawar dan terkadang aku pergi mengunjungi tetanggaku.

Aku bertamu ke rumah rayap tanpa takut untuk di mangsa,aku pergi ke rumah tawon tanpa takut di sengat,aku kadang bermain gitar di ujung daun bersama tuan belalang sahabatku,atau bermain seruling bersama kupu-kupu teman kecilku,ataupun bermain sekoci barsama para serangga air.sungguh kehidupan yang nyaris sempurna.

Aku bangga menjadi semut,karena menkipun kelaparan aku tak tergoda untuk memakan jatah serangga lain,aku tak butuh emas permata untuk memperindah diri,aku tak butuh posisi untuk menjadi yang terhebat,aku tak butuh mobil dan motor untuk menuju suatu tempat,aku makan di lubang semutku,tak butuh café,tak butuh restaurant,pizza burger atau bahkan saus mayonaise,jukalau ada aku hanya butuh beberapa remah sisanya,
Aku hanya punya dua sungut dan enam kakiku......tak membutuhkan dasi dan jas mahal,tak membutuhkan koper yaang bergengsi,komputer mahal,jam tangan mewah,baju-baju pesta dan lain dan lain dan lain.......

aku hanya pemakan makanan sisa,bertubuh kecil,hidup di bawah tanah,tanpa design interior dan perabot mahal,makan bengan sepasang capit di mulutku, tak butuh gelas kristal atau piring dari perak.......tak butuh spa, salon ,fitnes dan sanggar aerobik.....aku hanyalah semut....tapi aku bahagia bersama anak dan istriku sampai ajal menjemputku............................