7.07.2009

Petualanganku di negeri atas awan

Suatu hari seorang musafir temanku seperjalanan pernah berkata,"seandainya kita bisa terbang,mungkin kita tak akan tersiksa oleh panasnya gurun sahara ini",akupun sejenak berfikir,alangkah banyaknya kemudahan yang akan kuperoleh bila aku mengarungi dunia ini dengan terbang ke angkasa,tidak sebagai burung karena aku pasti akan berakhir di kuali panas seorang pemburu,tapi sebagai manusia biasa yang memiliki kemampuan untuk terbang,atau setidaknya mempunyai alat untuk bisa terbang.......bukan pula pesawat yang ku maksud,tapi alat lain yang lebih praktis dan bisa ku bawa kemanapun aku ingin.

Sepulang dari gurun itu aku bertingkah seperti orang gila yang berfikir di luar kewajaran.Aku menghalalkan segala cara untuk mewujudkan keinginanku menjadi manusia super yang bisa melayang dengan bebasnya di angkasa luas.Dari pencarianku itu aku bertemu dengan Lucifer,dia menawariku akan memberikan sepasang sayap tak terlihat agar aku bisa terbang di angkasa.

Awalnya akupun menolak,namun setelah berfikir panjang,akhirnya aku memutuskan untuk mencobanya.Tanda tangan perjanjian kontrak dengan luciferpun kujalani.Wal hasil......akhirnya apa yang ku inginkan bisa terwujud,bahkan melebihi yang kuharapkan.....aku terbang lagi dan lagi.....semakin tinggi......semakin tinggi.....dan semakin tinggi................

Tiba akhirnya aku di sebuah negeri.......di mana hanya ada awan awan bergelantungan,di mana...hanya ada warna putih selayak kapas dan biru seperti telaga luas......di sana aku melayang-layang menjelajahi sebuah pemandangan fatamorgana yang tak kukenal....aku tak tahu...ternyata ada negeri yang begitu indah jauh di atas sana.......


Sebuah negeri yang begitu memukau hatiku......senyum dan tawa menyeringaiku,membuatku terlalu bangga dan lupa akan daratan yang menjadi tempat asalku di lahirkan........akupun terus berjalan di atas awan-awan itu......tak terasa ratusan tahun kulewati tanpa lapar dan dahaga,ratusan tahun kulewati tanpa ada keinginan untuk kembali.....ratusan tahun kulewati tanpa tahu arah dan tujuanku yang sejati.

Suatu hari aku bertemu dengan sekawan burung camar yang sedang bermigrasi......entah kapan aku menyadarinya,tapi ternyata aku mengerti bahasa mereka.aku bertanya hendak kemanakah mereka pergi......dan merekapun menjawab,"kami akan pergi ke selatan untuk menghindari musim dingin!" tapi untuk apa mereka menghindari musim dingin?bukankah mereka bisa terbang dan mendapat sinar mentari di pagi dan siang hari?lalu jika malam tiba mereka bisa bertengger di awan-awan yang ada di bawah kami untuk menghindari salju yang turun?karena kan salju berasal dari awan-awan itu?setelah aku bertanya untuk yang kedua kalinya


Aku pun mendapatkan jawaban yang begitu mencengangkan,begini jawab mereka..."Kawan,ketahuilah....awan yang kau kira selembut kapas dan selama ini kau injak-injak di bawah telapak kakimu itu sesungguhnya hanyalah ilusi,mereka tampak terlihat oleh mata,namun sesungguhnya mereka hanyalah embun air yang melayang di udara,jika kami bertengger di atas awan itu tamatlah riwayat kami,karena kami akan terhempaskan ke bumi yang sangat dalam."lalu aku menjawab...."Lantas kenapa aku tidak terjatuh?padahal ukuran tubuhku lebih besar dari kalian?"

Merekapun menjawab dengan cerdasnya,"Kawan,selama ini kau telah di butakan oleh ambisimu......terang saja kau tidak terjatuh,karena tubuhmu telah di lapisi oleh sihir menyesatkan sang Lucifer,kabar tentang manusia ambisius semacam dirimu telah tersebar luas di dunia para burung,tubuhmu sangat ringan oleh sihir itu sehingga kau tak akan jatuh meski tanpa awan sekalipun,Sedangkan kami...tempat kami adalah di bumi.....makanan kami ada di genangan air laut....kami tak akan hidup tanpa ikan-ikan segar yang melimpah di laut tiap harinya........dengarlah....kami tak akan menukar kehidupan kami dengan apapun...karena itu adalah berkah sekalipun kami hanyalah burung camar".

"Tapi....Bukankah menyenangkan bisa terbang?pemandangan indah....udara sejuk........tak ada macet.......tak ada cerita terjebak di atas gurun.......tak ada.......tak ada........(oh tuhan.......ternyata tak ada keluarga dan kehidupan yang berarti.....)........oh tuhan.......ternyata memang tak ada apa-apa sama sekali........."begitu celotehku sendiri,menyadari bahwa ternyata aku mengalami kerugian yang sangat besar.......

"Bagus jika engkau sadar kawan.....tapi ngomong-ngomong kami harus segera pergi.....karena kami butuh mendulang rejeki di laut sana......rejeki berupa ikan-ikan kecil yang kami tangkap satu demi satu.....dan karena itulah kami menjadi berharga.....setidaknya untuk diri kami dan keluarga......oya tak lupa bagi telur-telur yang masih berada di indung istriku ini........sampai jumpa kawan...semoga kau beruntung....."ucap burung camar itu pamit undur diri.........

Dengan sejuta kegundahan aku lanjutkan perjalanan tanpa tujuanku,lebih tinggi dan lebih tinggi lagi......kemudian kumelihat aurora berwarna-warni di angkasa,


Namun keindahan itu serasa hampa bagiku,entah mengapa perkataan sang burung camar begitu membekas di fikiranku........kulanjutkan perjalananku ke ujung dunia ini,dan di sana aku menemukan jembatan ajaib yang sering di sebut pelangi,letaknya persis di batas antara laut dan langit....begitu indah mempesona,seperti rajutan-rajutan jerami yang di anyam sedemikian rupa hingga membentuk lengkungan dari bawah menuju keatas kemudian turun kebawah lagi lalu di dalam rajutan jerami itu,di bumbui cat warna yang bermacam-macam.

Aku bergegas untuk datang kesana.......berharap bisa istirahat sejenak di atas pelangi,sesuatu yang pasti di impikan oleh banyak orang.

Namun setibaku di sana,mentaripun muncul,pelangi itu hilang dalam sekejap mata......tanpa bekas dan jejak sedikitpun,apa ini yang di maksud burung camar?Ibarat sebuah ambisi dan keinginan untuk tidur di atas pelangi.....namun ternyata pelangi yang sedianya indah itu hanyalah fatamorgana yang tak berarti untuk di kejar.....oh tuhan ampuni salahku.......
Perjalananku,ambisiku,keinginanku untuk terbang dan menjadi yang luar biasa ternyata hanyalah fatamorgana,sebuah pelupaan diriku akan arti sesungguhnya dari penciptaanku.....

Akupun lalu menemui Lucifer di perbatasan cahaya matahari dan kegelapan,antara panas dan dingin.......antara terang dan gulita.....kukatakan padanya aku tak ingin terbang lagi....ia pun berkata...apakah aku tak akan menyesali keputusanku.......dan kujawab bahwa aku tak akan menyesal.....segera ku cabut pedang di sabuk Lucifer......aku tusukan kejantungnya hingga ia hancur menjadi abu....itu adalah balasan yang paling tepat karena ia telah membuatku lupa...memkbuatku tersesat selama ini.

Setelah hancurnya tubuh Lucifer...badan ku serasa memiliki berat kembali.......semakin berat....berat....dan akupun terjatuh kebumi........luka dan pedih yang kurasakan akibat terjatuh tak membuatku berkeluh kesah.....karena pada akhirnya aku kembali ke tujuanku sebagai manusia.

Ya...aku adalah manusia,dan aku tak butuh terbang untuk menjadi yang terbaik.....aku hanya butuh kerja keras......berusaha mewujudkan mimpi meskipun itu sulit......wujudkan dengan keringatku sendiri,tanpa bantuan dari setan.....tanpa mengeluh,dan tanpa menyalahi kodrat penciptaanku.

Aku adalah manusia,tempatku adalah di bumi....di atas tanah,tempat dimana seharusnya aku menancapkan batang ketela untuk di ambil akarnya,tempat di mana aku menyebar benih agar dapat ku ambil bijinya dan tempat di mana aku di tanam,bila aku telah mencapai ajal(semoga di usia senja) nanti.





(terlintas begitu saja di fikiran blogger hingga menggelitik keinginan untuk mempostingkan di ruangkremasi,semoga bermanfaat)
NB : Impian dan cita-cita apabila terlalu di ambisikan akan membawa kita pada penyesalan yang mungkin akan terlambat kita sadari,maka berhati-hatilah dengan impianmu....waspadalah dengan ambisimu.








12 komentar temen:

Dr. Badrulamin Bahron mengatakan...

Terimakasih kerana sudi singgah ke laman blog saya. Saya sudah baca nikilan sdr, mmg benar, manusia tetap manusia dan perlu berfungsi sebagai manusia. Tidak perlu jadi makhluk lain kerana firman Allah bermaksud "Sungguhnya Kami (Allah) telah cipta manusia dari ciptaan terbaik..." Firman Allah lagi bermaksud "Aku (Allah) tidak jadikan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada Ku...". Manusia dicipta sbg khalifah Tuhan di bumi... maka laksanakanlah tugas itu dgn baik berpandukan hukum2 Allah... Salam.

enigma mengatakan...

artikel ini kalimat-kalimatnya ok. Suatu hari bisa dibikin buku. Oh ya, bannernya boleh tuh dipake. Ntar kalo saya sdh bikin yang baru saya infoin. he..he..

Ahmad Nur mengatakan...

ga usah manggil abang lah...!!! saya masih muda umur baru 18. terima kasih yah atas kunjungannya. klo saya sih masih pemula, jadi masih butuh bimbingan. mudah-mudahan dengan saling shering bisa tambah pengetahuan ...Amiin..!!

ijoroyoroyo mengatakan...

Bagi-info mu sobat,
cukup layak tak sekat,
awal pertemanan merapat...

enigma mengatakan...

saya email cara bikin widget selengkapnya...

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Laporan petualangan yang dirangkai dengan sangat indah. Nice posting sobat.
btw,... aku follow yah, ditunggu follow baliknya.

Ijoroyoroyo mengatakan...

Ndalem gih sampun nderek panjenengan, Mas... Maturnuwun... Nanging kok asmane panjenengan dhereng mlebhet dateng blog ndalem gih?

ijoroyoroyo mengatakan...

Gih, maturnuwun ingkang kathah, saestu...

genial mengatakan...

terpaksa aQ keluar beli samsu dulu sebelum menghabiskan membaca tulisan di atas :(

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

bannernya udah saya pasang DISINI

Blog Piala Kemenangan mengatakan...

genial.....saya aja yang nulis habis L.A sebungkus kok.....hehehe

Tukang Komen mengatakan...

Terpana hatiku tatkala membaca rangkaian kata indah yang mangalir membentuk suatu mahakarya yang begitu mengena dalam kehidupan ini, saat manusia lupa akan kodratnya hilanglah kemanusiaannya.