7.09.2009

BODOHNYA AKU YANG LAGI SULIT

Tetesan Air Dan Putri Raja




Gak tau knapa hari ini aku sedang bingung dan males nulis artikel.....mungkin karena sumpek mikir pekerjaan dan semangat yang lagi kendur.....walah-walah kok kaya gini to gusti........

Dulu aku pernah mendengar dongen sebelum tidur yang di bacakan ibuku(long time ago),cerita tentang seorang putri jepang yang sangat manja dan nakal....suatu hari sang putri melihat air hujan yang melekat di ujung gerigi daun mawar......katanya di cerita itu,bentuk airnya sangat indah dan berkilauan hingga sang putripun menangis merengek untuk di buatkan kalung dari butiran air hujan itu.......yang bener aja.....siapa coba yang bisa mintal air jadi kalung?

Ayahandanya yang juga seorang rajapun akhirnya mengadakan sayembara.....ribuan orang mencoba untuk membuat kan kalung sang putri.........namun belum ada yang berhasil....hingga suatu saat putri manja itu pergi dari istana karena marah keinginanya gak di penuhi sang ayah.

Pada akhirnya putripun bertemu dengan seorang nenek saat ia menangis tersedu di pinggir jalan,sang nenek bertanya kenapa ia menangis?putripun mengutarakan apa yang ada di pikiranya,mengenai keinginanya yang tak di penuhi oleh sang ayah....

nenek itupun mengajak putri untuk mencari pohon mawar yang ada tetesan airnya,kemudian meminta sang putri untuk mengambilkan tetes demi tetes air agar sang nenek bisa merajutkan kalung untuknya.Putripun berkata.."dasar nenek-nenek bodoh.....bagaimana aku bisa mengambil tetesan air itu jika tiap ku pegang selalu saja berubah bentuk dan rusak....air kan tidak stabil seperti batu......"katanya dengan marah mentang-mentang ia adalah putri raja.....

Sang nenekpun membalah dengan kata-kata yang lebih tegas pada sang putri..."Kau lebih bodoh dariku...kalau kau sendiri tau bahwa air tidak seperti batu yang bisa di rajut...kenapa kau menggegerkan seluruh istana hanya untuk memenuhi keinginanmu?dasar anak tidak tau diri....hatimu sekeras batu........dan jiwamu sedingin tetesan air hujan itu...pergilah dan kembali pada kaisar........mintalah maaf padanya..."

Mendengar kata-kata sang nenekpun pitri akhirnya sadar dan meminta maaf pada ayahnya........ia pun tumbuh dewasa dan lebih arif serta bijak setelah kejadian tersebut.......

Sequel Dongeng di atas sengaja saya ambil untuk mengisi posting kali ini,namun rangkaian ceritanya saya ubah sedemikian rupa,tujuan saya adalah menghidupkan kembali kenangan masa kecil saya yang nyaris terlupakan.
Pesan yang dapat kita ambil dari cerita di atas adalah sebuah pelajaran berharga bagi siapapun untuk tidak bertindak di luar batas,janganlah kita menginginkan sesuatu yang tidak mungkin untuk di wujudkan.......karena tidak selamanya kita memperoleh apa yang menjadi keinginan kita.......ingat Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan....jangan memanfaatkan posisi yang kita miliki untuk berbuat sekehendak hati kita karena itu akan menyusahkan banyak orang dan menyusahkan diri kita sendiri pada akhirnya...terimakasih.



5 komentar temen:

Ijoroyoroyo mengatakan...

Hikmah benderang:
bodoh saling silang,
merujuk pada segala kurang...

kurniawan q mengatakan...

hikmah dari seorang nenek

attayaya mengatakan...

jangan menginginkan di luar batas
ntar nafsu setan yg mengendalikan

feng mengatakan...

Baca beberapa artikel di blog ini langsung tertarik, artikelnya bagus bagus, dan langsung aku "add bookmark" di hp ku. dapet alamat kakak di blognya bung enigma. Maturnuwun

feng mengatakan...

Baca beberapa artikel di blog ini langsung tertarik, artikelnya bagus bagus, dan langsung aku "add bookmark" di hp ku. dapet alamat kakak di blognya bung enigma. Maturnuwun, indra n r