1.15.2010

Komentar di blog yang bikin jengah......

Saat saya blog walking...saya menemukan sebuah bahasan unik di sini......kemudian saya mencoba berkomentar....setelah saya selesai ngetik komentar egh saya baca sebuah kata-kata penghinaan pada para ulama indonesia, silahkan temen2 lihat sendiri di sini

Ini adalah preview sang komentator tersebut :




Kalau kurang jelas ini teks komentarnya :

"Kalau sementara fatwa-fatwa tersebut baru berasal dari urang-urang Indon nyang ngaku jadi ulama’, maka saya belum setuju mas. Karena apa? Karena saya sampai sekarang belum yakin di Indonesia ini ada ulama’. Alasannya? Setahu saya yang pernah ngaji ama ustadz Ja’far Umar Tholib, panglimanya Laskar Jihad ASWJ dulu pernah beliau jelaskan bahwa ulama’ itu adalah kumpulan orang-orang yang ahli (faham) Al Islam, dan fatwa-fatwanya digunakan sebagai rujukan oleh banyak orang (kaum muslimin) di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia. Salah satunya adalah yang ada di Saudi Arabia sana, ada syekh Muqbil Hadi Al Madkhali, dan teman-temannya, kelompok beliau ini banyak dimintai fatwa-fatwanya oleh kaum muslimin di seluruh Indonesia."

dan berikut link dari sang komentator http://wandisukoharjo.com/

Saya tidak ingin berkomentar apa-apa....saya hanya ingin pendapat temen-temen....bagaimana tentang hal ini, mohon tidak tersinggung bagi yang bersangkutan....karena saya yakin....indonesia adalah negara yang berbudi..bukan pemecah belah apalagi pencuri kebudayaan orang ulama-ulama indonesia saya kira juga memiliki keluhuran budi....kalau posting ataupun komentar tersebut di hapus saya sudah menyiapkan halaman HTML nya........trims....

30 komentar temen:

Aditya's Blogsphere mengatakan...

Bila ada ingin menghujat silahkan urungkan komentar anda...yang saya inginkan adalah pendapat bukan debat....trims.....

KucingTengil mengatakan...

kl fatwa ulama indonesia, mang mia rasa emang buat Ina aja deh. Kayak fatwa MUI kan hanya berlaku di indonesia aja. kalo di negara lain, tentu berlakunya sesuai dg fatwa ulama di negara tsb. yg general itu tetap AlQuran dan Al-Hadist dan mashab2 dari 4 ulama besar Islam :D

بوويل mengatakan...

Saya rasa terlalu gegabah mengeluarkan komentar seperti itu, cuman Yang buwel paham kalo orang komentar itu tentu berdasarkan Ilmu yang dia miliki tentang artikel itu.
dan mungkin yang komentar itu tak tahu bahwa Umat muslim sedunia pernah hutang budi terhadap ulama2 Indonesia. (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Nahdlatul_Ulama )

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

kalau menurut saya, pendapat seperti itu tidaklah perlu ditanggapi, karena semua orang bebas mengemukakan pendapat....
kalau menurut yang saya baca...:

Secara bahasa, kata ulama adalah bentuk jamak dari kata ‘aalim. ‘Aalim adalah isim fail dari kata dasar:’ilmu. Jadi ‘aalim adalah orang yang berilmu. Dan ‘ulama adalah orang-orang yang punya ilmu.

Al-Quran memberikan gambaran tentang ketinggian derajat para ulama,

Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberikan ilmu (ulama) beberapa derajat. (QS. Al-Mujadalah: 11)

Selain masalah ketinggian derajat para ulama, Al-Quran juga menyebutkan dari sisi mentalitas dan karakteristik, bahwa para ulama adalah orang-orang yang takut kepada Allah. Sebagaimana disebutkan di dalam salah satu ayat:

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama[oran yang berilmu]. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. Fathir: 28)

Newsoul mengatakan...

Ya beda pendapat itu biasa. Apapun bisa jadi masalah bila terjadi misspersepsi. Saya tidak bisa menilai karena tiap orang punya pendapat berdasarkan pengalaman dan pemahaman yang dia punya. Apalagi untuk soal-soal yang agak riskan. Barangkali yang perlu kita lakukan, niat tulus saja, bahwa kebenaran tidak akan menjadi salah atau sebaliknya (kesalahan tidak akan menjadi benar)hanya karena seseorang mengatakan X, Y atau Z.

ohim mengatakan...

emmm...ya jika saya boleh berpendapat..ya fatwa mui benar untuk warga masyarakat indonesia, di negeri lain ya beda halnya. Meskipun ada sedikit pro kontra dengan keputusan mui mengenai beberapa hal saat ini...

Ali Mas'adi mengatakan...

apa dia itu orang malay, kok dia bilang 'urang urang indon'.. asal tahu aja ya banyak kok ulama' Indonesia yg menetap di Arab sono yg jadi rujukan ummat seluruh dunia..

Clara mengatakan...

maap ya, saya kurang gitu ngerti, jadi ga bisa komen banyak >.<
tapi saya juga ga mau debat kok ^^v

Jalani hidup apa adanya mengatakan...

salam sahabat sudah lama nih tidak berkunjung ke sahabat terimakasih telah berkomentar dan ingat ,jangan asal komen apalagi tentang merendahkan negara satu dengan negara lainya ,apalagi tentang ulama ....menurut saya yang menurut logika dan lihat dari kisah nabi yang mau mengharamkan madu lalu ditegur Allah (karena setelah diteliti di jaman sekarang memang madu menyehatkan ),masalah haram itu karena ada dampak negatifnya

ichaelmago mengatakan...

aku ikutan no comment aja deh :|

Ivan Kavalera mengatakan...

Statement semacam itu tidak usah ditanggapi. Mereka memang selalu memprovokasi agar membesar. Mereka ingin 'memecah' umat.

soewoeng mengatakan...

hehehehehe lha mas guru wandhi kok ya koment kayak gitu tho ya?
lha ini perlu diselidiki latar belakang beliau sampe bisa komentar seperti itu....
apakah beliau merasa tidak hidup di indonesia...
atau bagaimana... harus digali lagi madzab yang beliau pake....
mungkin beliau seorang murid yang tunduk hanya ada satu guru yang diucapkan gurunya yang benar... entahlah... tanya ke mas guru wandi dulu ah

Kang Sugeng mengatakan...

Saya no komen dit, takut salah, saya bukan ahli agama....

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

wah, wah....sungguh terlalu ya.

insanitis37 mengatakan...

Islam fundamental itu mah...cita2 mereka kan transnasional, jadi merasa perlu satu khalifah di dunia..ya, orang arab itu. Masa ajaran Tuhan Yang Maha Besar bisa dimonopoli oleh satu pemahaman...ngaco ah!! gak masuk bagi saya pemikiran semacam ini...
walau begitu, kita mesti tetap menghormati pendapat si liyan...

-Gek- mengatakan...

fatma ulama,
ga ngerti Dit, aku sih pengennya semua agama itu ga usah merasa paling hebat atau paling benar. Tuhan menciptakan perbedaan bukan untuk berantem, melainkan untuk sama-sama menghargai dan menghormati.

Cerita Inspirasi mengatakan...

sabaar.. sabaaar... saya tidak bisa berpendapat apa-apa.. tapi saya setuju banget dengan pendapatnya kang Buwel dan Gek.. ^^ yg penting damai aja lah.. toh itu juga cuman pendapat kok..

Laksamana Embun mengatakan...

Biar lah Sang Pecipta yang menilai itu semua.. Kita hanya sebatas memperingati dia saya. cukup sampai dsana, jangan sampai menghina balik..

arkasala mengatakan...

Mas adit saya sementara jadi pendengar saja dulu ya, belum bisa mengomentari pendapatnya Mas Wandi ini.
Namun begitu, pendapatnya Mas Seti@wan Dirgant@ra cukum jelas dan terang.
Trims.
Salam hangat selalu :)

h-run mengatakan...

orang malaysia kayakny..

Osi mengatakan...

Wah....jgn terbakar emosi ni....krn saya jg pernah bc hal2 yang menjelakkan suatu bangsa atau agama dan ras....

Itu hanya sebuah bumerang saja jika kita ikut emosi krn posting yang mereka buat....Seperti ada unsur adu domba gitu

Munir ardi mengatakan...

Cukup Allah lah yang jadi pelindung biar orang sedunia menilai kita jelek yang penting disisi Allah derajat kita tinggi

partelon mengatakan...

Hmmm... begitulah Mas; sebagian kita memang ada yg MERASA TAHU PASTI dalamnya laut, saat kakinya HANYA MENJEJAK BIBIR PANTAI...
Na'udzu bi-Llah...

minomino mengatakan...

perbedaan toh sebuah kekayaan. mereka yang bisa memahami, akan bisa menilai :)

Pohonku Sepi Sendiri mengatakan...

wah, berat neh sob topiknya..

menurutku, diluar berbagai fatwa2 yg ada, bahwa ulama atopun aulia di indonesia pasti ada.. tapi siapa yg pantas disebut ulama ato aulia, itu yg aku blum nyampe tahapan ilmunya.. bahkan katanya, banyak juga ulama yg tdk menampakkan keauliaannya dgn hidup menyebar bersama masyarakat umum menjalankan dakwahnya..

semoga pengampunan-Nya kan tercurah bagi kita semua..

Cerita Tugu mengatakan...

maaf mas Aditya inyong baru bisa on,kalau inyong diminta pendapat,sekali lagi mohon maaf karena inyong ngga paham dan takut keliru jadi ngga bisa berkomentar

jasa pembuatan karikatur mengatakan...

kalau orang indonesia aja merendahkan bangsa sendiri, jnagn harap bangsa lain akan menghormati bangsa kita

Rizky2009 mengatakan...

kalau itu sampai ada d kotak komentar aq, langsung akan aq delete sob....

Ellious Grinsant mengatakan...

walupun saya non muslim, tapi saya tetep aja tidak suka dengan segala bentuk penghinaan SARA. Seperti yang ditulis pada pesan komentarnya mas Seti@wan Dirgant@Ra yang sebagai berikut : "Jangan permalukan diri Anda dengan komentar yang menghujat."

ucup_aiushiteru mengatakan...

uhh..
aku salut sama mas aditya nih...
orangnya bijaksana...

tetap semangat terus mas...